PENERAPAN TEKNOLOGI BUDIDAYA SEMANGKA (Citrullus vulgaris, Schard) DI KECAMATAN PENAWANGAN KABUPATEN GROBOGAN
Oleh :
Lilik Rofii, Dr. Ir. Eny Lestari, MSi,dan Dra. Suminah, MSi
Hasil penelitian menunjukkan rata-rata umur petani termasuk usia produktif, pendidikan formal petani masih tergolong rendah yaitu tamat Sekolah Dasar, pendidikan non formal petani termasuk baik, luas usahatani petani tergolong sempit yaitu < 0,5 ha, pendapatan petani semangka tergolong sedang yaitu Rp 4. 150.001 – Rp 7.324.000 per musim tanam, dan tingkat kosmopolitan petani tergolong sedang yaitu 4 kali per musim tanam. Tingkat penerapan teknologi budidaya semangka di Kecamatan Penawangan termasuk kategori sedang (67,5%). Berdasarkan hasil analisis uji korelasi rank Spearman dengan tingkat kepercayaan 95% didapatkan tidak ada hubungan yang nyata antara pendidikan formal, pendidikan non formal, luas usahatani, tingkat pendapatan petani dengan tingkat penerapan teknologi budidaya semangka. Namun, tingkat kosmopolitan petani berhubungan nyata dengan tingkat penerapan teknologi budidaya semangka.
1. Mahasiswa Jurusan/Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta dengan NIM H 0406053
2. Pembimbing Utama dengan NIP 19601226 198601 2 001
3. Pembimbing Pendamping dengan NIP 19661001 200003 2 001
