HUBUNGAN ANTARA FAKTOR SOSIAL EKONOMI PETANI DENGAN TINGKAT
PENERAPAN TEKNOLOGI BUDIDAYA SEMANGKA (Citrullus vulgaris, Schard) DI KECAMATAN PENAWANGAN KABUPATEN GROBOGAN
PENERAPAN TEKNOLOGI BUDIDAYA SEMANGKA (Citrullus vulgaris, Schard) DI KECAMATAN PENAWANGAN KABUPATEN GROBOGAN
Oleh :
Lilik Rofii, Dr. Ir. Eny Lestari, MSi,dan Dra. Suminah, MSi
ABSTRAK
Pengembangan produksi hortikultura, khususnya buah-buahan memberikan peran yang penting bagi peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani. Penerapan teknologi adalah salah satu cara untuk meningkatkan produksi semangka yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan mengkaji faktor sosial ekonomi petani yang berhubungan dengan tingkat penerapan teknologi budidaya semangka, tingkat penerapan teknologi budidaya semangka, dan hubungan faktor sosial ekonomi petani dengan tingkat penerapan teknologi budidaya semangka oleh petani di Kecamatan Penawangan. Metode dasar penelitian ini adalah deskriptif. Lokasi penelitian ditentukan secara sengaja (purpossive). Pengambilan sampel dilakukan dengan metode proportional Random Sampling dengan sampel sebanyak 40 responden. Untuk mengetahui hubungan faktor sosial ekonomi petani dengan tingkat penerapan teknologi budidaya semangka oleh petani di Kecamatan Penawangan Kabupaten Grobogan digunakan uji korelasi rank spearman (rs).
Hasil penelitian menunjukkan rata-rata umur petani termasuk usia produktif, pendidikan formal petani masih tergolong rendah yaitu tamat Sekolah Dasar, pendidikan non formal petani termasuk baik, luas usahatani petani tergolong sempit yaitu < 0,5 ha, pendapatan petani semangka tergolong sedang yaitu Rp 4. 150.001 – Rp 7.324.000 per musim tanam, dan tingkat kosmopolitan petani tergolong sedang yaitu 4 kali per musim tanam. Tingkat penerapan teknologi budidaya semangka di Kecamatan Penawangan termasuk kategori sedang (67,5%). Berdasarkan hasil analisis uji korelasi rank Spearman dengan tingkat kepercayaan 95% didapatkan tidak ada hubungan yang nyata antara pendidikan formal, pendidikan non formal, luas usahatani, tingkat pendapatan petani dengan tingkat penerapan teknologi budidaya semangka. Namun, tingkat kosmopolitan petani berhubungan nyata dengan tingkat penerapan teknologi budidaya semangka.
Kata Kunci: penerapan teknologi, inovasi, sosial ekonomi petani, semangkaHasil penelitian menunjukkan rata-rata umur petani termasuk usia produktif, pendidikan formal petani masih tergolong rendah yaitu tamat Sekolah Dasar, pendidikan non formal petani termasuk baik, luas usahatani petani tergolong sempit yaitu < 0,5 ha, pendapatan petani semangka tergolong sedang yaitu Rp 4. 150.001 – Rp 7.324.000 per musim tanam, dan tingkat kosmopolitan petani tergolong sedang yaitu 4 kali per musim tanam. Tingkat penerapan teknologi budidaya semangka di Kecamatan Penawangan termasuk kategori sedang (67,5%). Berdasarkan hasil analisis uji korelasi rank Spearman dengan tingkat kepercayaan 95% didapatkan tidak ada hubungan yang nyata antara pendidikan formal, pendidikan non formal, luas usahatani, tingkat pendapatan petani dengan tingkat penerapan teknologi budidaya semangka. Namun, tingkat kosmopolitan petani berhubungan nyata dengan tingkat penerapan teknologi budidaya semangka.
1. Mahasiswa Jurusan/Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta dengan NIM H 0406053
2. Pembimbing Utama dengan NIP 19601226 198601 2 001
3. Pembimbing Pendamping dengan NIP 19661001 200003 2 001

Tidak ada komentar:
Posting Komentar